Pojokbiografi's Blog

Biografi Putu Wijaya

Posted on: February 15, 2010

Putu Wijaya (bernama asli I Gusti Ngurah Putu Wijaya lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944; umur 65 tahun) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara seayah maupun dari tiga bersaudara seibu. Ia tinggal di kompleks perumahan besar, yang dihuni sekitar 200 orang, yang semua anggota keluarganya dekat dan jauh, dan punya kebiasaan membaca. Ayahnya, I Gusti Ngurah Raka, seorang pensiunan punggawa yang keras dalam mendidik anak. Semula, ayahnya mengharapkan Putu jadi dokter. Namun, Putu lemah dalam ilmu pasti. Ia akrab dengan sejarah, bahasa, dan ilmu bumi.
Putu Wijaya sudah menulis kurang lebih 30 novel, 40 naskah drama, sekitar seribu cerpen, ratusan esei, artikel lepas, dan kritik drama. Ia juga telah menulis skenario film dan sinetron. Sebagai seorang dramawan, ia memimpin Teater Mandiri sejak 1971, dan telah mementaskan puluhan lakon di dalam maupun di luar negeri. Puluhan penghargaan ia raih atas karya sastra dan skenario sinetron.
Cerita pendek karangannya kerap mengisi kolom pada Harian Kompas dan Sinar Harapan. Novel-novel karyanya sering muncul di majalah Kartini, Femina, dan Horison. Sebagai penulis skenario, ia telah dua kali meraih piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI), untuk Perawan Desa (1980), dan Kembang Kertas (1985). Sebagai seorang penulis fiksi sudah banyak buku yang dihasilkannya. Di antaranya, yang banyak diperbincangkan adalah Bila Malam Bertambah Malam, Telegram, Pabrik, Keok, Tiba-Tiba Malam, Sobat, Nyali.

Pendidikan
- SR, Tabanan (1956)
- SMP Negeri, Tabanan (1959)
- SMA-A, Singaraja (1962)
- Fakultas Hukum UGM (1969)
- ASRI dan Asdrafi, Yogyakarta
- LPPM, Jakarta (1981)
- International Writing Programme, Iowa, AS (1974)

Karya dan karir
Teater
- Pimpinan Teater Mandiri, Jakarta (1971-sekarang)

Penulis skenario film
Antara lain:
- Perawan Desa (memperoleh Piala Citra FFI 1980)
- Kembang Kertas (memperoleh Piala Citra FFI 1985)
- Ramadhan dan Ramona
- Dokter Karmila
- Bayang-Bayang Kelabu
- Anak-Anak Bangsa
- Wolter Monginsidi
- Sepasang Merpati
- Telegram

Penulis skenario sinetron
Antara lain:
- Keluarga Rahmat
- Pas
- None
- Warung Tegal
- Dukun Palsu (komedi terbaik pada FSI 1995)
- Jari-Jari Cinta
- Balada Dangdut
- Dendam
- Cerpen Metropolitan
- Plot
- Klop
- Melangkah di Atas Awan (penyutradaraan)
- Nostalgia
- Api Cinta Antonio Blanco
- Tiada Kata Berpisah
- Intrik
- Pantang Menyerah
- Sejuta Makna dalam Kata
- Nona-Noni

Karya drama
- Dalam Cahaya Bulan (1966)
- Lautan Bernyanyi (1967)
- Bila Malam Bertambah Malam (1970)
- Invalid (1974)
- Tak Sampai Tiga Bulan (1974)
- Anu (1974)
- Aduh (1975)
- Dag-Dig-Dug (1976)
- Gerr (1986)
- Edan
- Hum-Pim-Pah
- Dor
- Blong
- Ayo
- Awas
- Los
- Aum
- Zat
- Tai
- Front
- Aib
- Wah
- Hah
- Jpret
- Aeng
- Aut
- Dar-Dir-Dor

Karya novel
- Bila Malam Bertambah Malam (1971)
- Telegram (1972)
- Stasiun (1977)
- Pabrik (1976)
- Keok (1978)
- Aduh
- Dag-dig-dug
- Edan
- Gres
- Lho (1982)
- Nyali
- Byar Pet (Pustaka Firdaus, 1995)
- Kroco (Pustaka Firdaus, 1995)
- Dar Der Dor (Grasindo, 1996)
- Aus (Grasindo, 1996)
- Sobat (1981)
- Tiba-Tiba Malam (1977)
- Pol (1987)
- Terror (1991)
- Merdeka (1994)
- Perang (1992)
- Lima (1992)
- Nol (1992)
- Dang Dut (1992)
- Cas-Cis-Cus (1995)

Karya cerpen
- Karyanya yang berupa cerpen terkumpul dalam kumpulan cerpen Bom (1978)
- Es (1980)
- Gres (1982)
- Klop
- Bor
- Protes (1994)
- Darah (1995)
- Yel (1995)
- Blok (1994)
- Zig Zag (1996)
- Tidak (1999)

Karya Novelet:
- MS (1977)
- Tak Cukup Sedih (1977)
- Ratu (1977)
- Sah (1977)

Karya esai
Karya esainya terdapat dalam kumpulan esai Beban, Kentut, Samar, Pembabatan, Klise, Tradisi Baru, Terror Mental, dan Bertolak dari yang Ada.

Penghargaan yang telah diterima
- Pemenang penulisan lakon Depsos (Yogyakarta)
- Pemenang penulisan puisi Suluh Indonesia Bali
- Pemenang penulisan novel IKAPI
- Pemenang penulisan drama BPTNI
- Pemenang penulisan drama Safari
- Pemenang penulisan cerita film Deppen (1977)
- Tiga buah Piala Citra untuk penulisan skenario (1980, 1985, 1992)
- Tiga kali pemenang sayembara penulisan novel DKJ
- Empat kali pemenang sayembara penulisan lakon DKJ
- Pemenang penulisan esei DKJ
- Dua kali pemenang penulisan novel Femina
- Dua kali pemenang penulisan cerpen Femina
- Pemenang penulisan cerpen Kartini
- Hadiah buku terbaik Depdikbud (Yel)
- Pemenang sinetron komedi FSI (1995)
- SEA Write Award 1980 di Bangkok
- Pemenang penulisan esei Kompas
- Anugerah Seni dari Menteri P&K, Dr Fuad Hasan (1991)
- Penerima Profesional Fellowship dari The Japan Foundation Kyoto, Jepang (1991-1992)
- Anugerah Seni dari Gubernur Bali (1993)

Kegiatan lainnya
- Wartawan majalah Ekspres (1969)
- Dosen teater Institut Kesenian Jakarta (1977-1980)
- Wartawan majalah Tempo (1971-1979)
- Redaktur Pelaksana majalah Zaman (1979-1985)
- Dosen tamu teater dan sastra Indonesia modern di Universitas Wisconsin dan Universitas Illinois, AS (1985-1988)
Sumber (http://id.wikipedia.org/wiki/Putu_Wijaya)

Putu Wijaya

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • mariza: sbg seorang muslimah salut banget thd dedikasi ustadz Muamar ZA, smg Allah mengabulkan...
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: